IMG_20190728_160446

Tips & Trick Memasang Ransel Dengan Nyaman

Sudah berapa kali kita mendaki gunung? Lima kali, sepuluh kali, dua puluh kali, atau serratus kali? Namun, apakah kalian sudah benar dalam menggunakan ransel?

Belum tentu. Kita bisa saja sudah berpetualang ke setiap gunung terkenal di Indonesia, mulai dari ujung barat hingga ujung timur. Namun, tidak ada jaminan kita telah benar menggunakan ransel.

Faktanya, masih sangat banyak pendaki dimanapun yang salah dalam menggunakan ransel. Bahkan mayoritas pendaki masih kurang tepat mengenakan ransel.

Meskipun kita sudah punya ransel sangat nyaman seperti Redwing, Coyote, Zyp, dan Zyro tapi akan terasa kurang nyaman bila caranya kurang tepat. Padahal ransel hiking yang kita gunakan sangat berat, digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama, dan kita sedang mendaki jalur gunung yang curam bukan berjalan di jalan datar.

Dengan kata lain, beban fisik yang sedang kita lakukan sangat berat. Tanpa perlu ditambah ransel yang sakit pun sudah berat. 

Lantas, apa sih indikator mengenakan ransel yang nyaman dan benar? Mengenakan ransel yang nyaman ternyata punya ukuran yang jelas loh, tak hanya sesuatu yang abstrak.

Setidaknya, kami merangkumnya menjadi tiga hal penting yang perlu kita ingat yaitu, distribusi berat ransel, stabil, dan breathable.

Distribusi berat, 80% berat ransel harus ditanggung oleh tulang pinggul atau panggul bukan bahu dan pinggang. Sedangkan 20% sisanya ditanggung oleh bahu.

Stabil, ransel dapat menempel dengan sempurna ke badan kita, baik bantalan maupun jarring-jaringnya.

Breathable, selama berkegiatan di luar ruang pastinya kita akan berkeringat. Namun, kita sangat butuh menjaga tubuh kita agar selalu kering dan bila berkeringat harus cepat kering.

Mengapa demikian? Tujuannya agar badan kita tidak hipotermia akibat badan basah oleh keringat. Alasan kedua adalah agar kulit badan yang menempel dengan ransel tidak lecet, iritasi, dan lain sebagainya. 

Kemudian, terdapat satu prinsip yang perlu kita ingat. Sekian banyak tali suspensi yang ada pada sebuah tas, hanya tali hipbelt saja yang boleh ditarik sekencang-kencangnya. Selebihnya hanya ditarik secukupnya saja.

Inilah langkah memasang ransel hiking yang benar secara bertahap: 

  1. Kendurkan semua tali suspensi. Apa saja tali suspensi? Shoulder straps (tali mengatur bantalan bahu), tali hipbelt (tali untuk memasang bantalan di pinggul), tali torso PerfectFit Suspension System (bila ada), load lifter straps (tali yang posisinya tepat berada diatas bahu), dan sternum straps (tali dada). Kendurkan semua tali-tali tersebut. 
  2. Angkat ransel di bahu kita, pasang tali hipbelt dibawah. Kemudian, posisikan hipbelt persis pada titik tertinggi tulang panggul atau pinggul kita. Ingat, tulang panggul ya sobat bukan pinggang. Lalu tarik tali hipbelt sekencang-kencangnya hingga beban ransel terkunci di panggul.
  3. Tarik secukupnya tali shoulder straps/tali bahu hingga ransel menempel ke punggung kita dengan sempurna. Bila tali ditarik secukupnya, maka 80% beban ransel tetap berada di pinggul kita. Sebaliknya, bila tali shoulder straps ditarik terlalu kencang maka beban ransel pindah ke bahu. Sedangkan bahu hanya menanggung 20% beban ransel. 
  4. Tarik tali torso PerfectFit Suspension System. Tali torso PerfectFit Suspension System  tersedia pada Redwing 50, Coyote 65, Zyp Series, dan Zyro Series. Tali torso ditarik secukupnya ke bawah hingga bantalan bahu menempel ke bahu. Namun demikian, antara bahu dengan bantalan bahu terdapat jarak 2 jari. Jadi, jangan sampai bantalan bahu menempel penuh ke bahu. Mengapa? Tujuannya mencegah agar beban ransel tidak berpindah ke bahu. 
  5. Tarik tali load lifter straps. Posisi tali load-lifter tepat berada diatas bahu kita. Tali ini berfungsi agar bagian atas ransel lebih menempel ke punggung dan stabil, namun jangan tarik kencang. Tarik tali load-lifter secukupnya hingga membentuk sudut 45 derajat. Ingat 45 derajat yaa. Bila ditarik terlalu kencang, maka beban akan berpindah ke bahu. Jika tali load-lifter terlalu kendur, maka ransel akan condong ke belakang, tidak stabil, dan muncul 2 titik gravitasi. Sedangkan kita menginginkan titik gravitasi bertumpu di kaki. 
  6. Tarik tali sternum. Posisi sternum straps berada di dada kita. Posisi tali sternum bisa diatur naik ke atas dan ke bawah. Tali sternum berfungsi agar tali shoulder yang berada di kanan-kiri tetap berada di tempatnya, stabil, dan tidak bergoyang selama kita berjalan. Tali sternum diposisikan 4 jari ke bawah dari tulang belikat. Tali sternum ditarik secukupnya, jangan terlalu kencang dan terlalu kendur. Jika ditarik kencang maka  beban ransel pindah ke bagian dada depan. Hal ini membuat dada menjadi sesak nafas. Bila tali terlalu kendur, maka tali ini tidak memberi manfaat apapun. Jadi tariklah tali secukupnya. 
  7. Selama perjalanan cek lagi tali-tali tersebut. Pada kasus tertentu tali hipbelt dapat terasa kendur karena perut kita mengecil akibat aktivitas fisik berat. Atau, tali hipbelt mengendur karena gigi gesper kurang menggigit tali webbing. 
  8. Kalau sudah pasang ransel dengan benar rasanya nyaman banget kan? Rasanya ransel satu bagian tak terpisahkan dari badan kita.

 

Bagaimana sudah komplit semua kita bahas kan? Semoga bisa membantu kalian lebih memahami ransel kalian dan kalian bisa memaksimalkan teknologi yang memberi kenyamanan. Selamat bertualang, stay safe and stay healthy

bagikan post ini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin